PERCOBAAN II
DEKOMPOSISI THERMAL KARBONAT
PEMBAHASAN
Pada percobaan dekomposisi thermal karbonat ini akan mempelajari pendekomposisian natrium hidrogen karbonat dengan pemanasan dan mengkur derajat reaksi secara akurat dengan menganalisa padatan natrium karbonat yang terbentuk. (Penuntun Praktikum Kimia Anorganik I, 2008)
Jika dipanaskan, kebanyakan karbonat cenderung mengalami dekomposisi membentuk oksida logam dan karbon dioksida.
Hidrogenkarbonat Golongan 1 cukup stabil dalam wujud padat, walaupun mudah terdekomposisi jika dipanaskan. Seperti untuk natrium hidrogenkarbonat:
2NaHCO3(s) Na2CO3(s) + CO2(g) + H2O(l)
Pada saat pemanasan NaHCO3 akan terurai melepaskan CO2 dan H2O, sehingga yang tersisa hanyalah natrium karbonat dalam bentuk padatan. (Situs Web Kimia Indonesia, Chem-is-try.org)
Pada percobaan ini akan mendekomposisi NaHCO3 yang diketahui massanya menjadi Na2CO3 lalu menimbang beratnya kemudian membandingkan massa Na2CO3 prediksi berdasarkan kuantitas awal dari NaHCO3, maka dari hasil ini persen konversi dari NaHCO3 menjadi Na2CO3 dapat dihitung.
Dari percobaan, setelah pemanasan diperoleh berat Na2CO3 yang terbentuk adalah 1,83 gr dari berat NaHCO3 awal 2 gr. Setelah memasukan data hasil percobaan ke dalam perhitungan diperoleh massa Na2CO3 dari perhitungan adalah 1,06 gr.
Massa yang diperoleh dari percobaan lebih besar dari pada massa yang diperoleh dari perhitungan sehingga untuk mendapatkan persen hasil dengan membandingkan massa Na2CO3 dari percobaan dengan Na2CO3 dari perhitungan dapat diperoleh persen hasil lebih dari seratus persen. Berarti, padatan Na2CO3 yang terbentuk pada percobaan yang dilakukan masih mengandung NaHCO3, dalam pemanasan NaHCO3 belum bereaksi semuanya.
Karena massa Na2CO3 pada percobaan lebih besar dari pada Na2CO3 dari hasil perhitungan, maka untuk mendapatkan persen hasil yang kecil persamaan yang digunakan dibalik sehingga mendapatkan persen hasil dari Na2CO3 sebesar 58 %. Tapi hal ini kurang efisien, karena tidak sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Jika persamaan yang digunakan tidak dibalik akan lebih menjelaskan bahwa dalam Na2CO3 yang didapatkan dalam percobaan masih mengandung NaHCO3 dengan melihat persen hasil yang didapat.
Larutan Na2CO3 dapat dititrasi dengan HCl yang diketahui konsentrasinya untuk mendapatkan nilai kedua dari massa Na2CO3 yang dihasilkan pada dekomposisi termal. (Penuntun Praktikum Kimia Anorganik I, 2008)
Pada percobaan ini, Na2CO3 dititrasi dengan menggunakan larutan HCl standar. Larutan standar adalah larutan yang konsentrasinya telah ditetapkan secara akurat. (Buku Ajar Kimia Analitik I, 2006)
Larutan Na2CO3 dititrasi dengan larutan HCl karena Na2CO3 ¬merupakan garam yang bersifat basa karena merupakan garam yang dihidrolisis dari asam lemah H2CO3 dengan basa kuat NaOH. Garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat akan terhidrolisis sebagian (parsial) dan bersifat basa. (Michael Purba, 2002)
Pada titrasi Na2CO3 dengan HCl menggunakan indikator metil oranye, yang pada awalnya larutan berwarna kuning kemudian mencapai titik akhir titrasi warnanya berubah menjadi oranye.
Untuk basa lemah yang memiliki pH di bawah 7 indikator yang sering digunakan adalah metil merah (4,2 – 6,2) dan metil oranye (3,1 – 4,4). Na2CO3 merupakan garam yang basa lemah maka pada percobaan ini menggunakan indikator metil oranye. Karena dalam melakukan titrasi kita harus menggunakan indikator yang berubah warna disekitar titik ekivalen dari titrasi. (R.A. Day, JR. & A.L. Underwood, 2001).
Titrasi antara Na2CO3 dengan HCl akan menghasilkan NaCl dan melepaskan CO2 dan H2O dengan persamaan reaksi sebagai berikut :
Na2CO3(aq) + 2HCl(aq) 2NaCl(aq) + H2O(l) + CO2(g)
Titrasi dilakukan sebanyak 3 kali dengan volume Na2CO3 yang sama yaitu 25 mL, dari 3 kali perlakuan diperoleh volume HCl berturut-turut adalah 25,47 mL, 25,42 mL, dan 25,3 mL. Dan dari perhitungan diperoleh massa Na2CO3 untuk ketiga perlakuan berturut-turut sama yaitu 0,53 gr, sehingga berat rata-rata massa Na2CO3 yang diperoleh dari titrasi adalah 0,53 gr.
Pada percobaan yang dilakukan terdapat perbedaan antara massa Na2CO3 yang didapat dari pemanasan yaitu 1,83 gr dengan massa Na2CO3 dari hasil titrasi yaitu 0,53 gr. Karena, massa Na2CO3 pada pemanasan NaHCO3 masih terhitung dengan massa NaHCO3 yang tidak bereaksi, sedangkan pada perhitungan dari hasil titrasi yang dihitung adalah massa Na2CO3 yang telah dilarutkan atau diencerkan.
D. KESIMPULAN
Dari percobaan yang telah dilakukan, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Pendekomposisian natrium hidrogen karbonat dilakukan dengan pemanasan dan akan terurai membentuk Na2CO3, CO2 dan H2O dengan persamaan reaksi :
2NaHCO3(s) Na2CO3(s) + CO2(g) + H2O(l)
2. Massa padatan Na2CO3 yang terbentuk dari dekomposisi termal NaHCO3 pada perlakuan pertama adalah 1,83 gr, sedangkan pada massa kedua yaitu massa Na2CO3 hasil titrasi adalah 0,53 gr.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar